CPMI Yang Gagal Ke Malaysia Menjalani Isoter di Tambolaka

Tambolaka-SJ……… Calon Pekerjaan Migran Indonesia (CPMI) sebanyak 4 orang asal SBD yang gagal ke Malaysia usai dipulangkan oleh Pemerintah Indonesia menjalani isolasi terpusat (Isoter) di hotel Melati Kelurahan Weetabula Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Nusa Tenggara Timur.

Keempat orang CPMI tersebut dihadang oleh petugas Polisi Air Batam saat akan menuju ke negara Malaysia, karena tidak mengantongi rekomendasi dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Tenaga Kerja dan Transmigrasi SBD.

Demikian diungkapkan oleh Timotius Nono, SH pada media ini di posko COVID/SBD Galatama, Kamis 16/9/21) saat mendampingi keempat CPMI ini melakukan rapid tes.

Timo menjelaskan keempat CPMI ini dipulangkan lewat Waingapu Sumba Timur dengan menggunakan  KM Awu. Dan pada hari Minggu 12 September yang lalu posko COVID/SBD langsung menjemput dan melaksanakan isolasi terpusat di hotel Melati usai rapid tes antigen.

“Data yang kami peroleh, mereka berangkat pada 23 Agustus yang lalu via Kupang, lalu pada tanggal 25 Agustus melanjutkan perjalanan ke Surabaya dan 28 Agustus menuju ke Batam” ungkapnya.

Lebih lanjut Timotius Nono menjelaskan pada tanggal 2 September 2021 yang lalu keempat CPMI ini berangkat dari Batam menuju Malaysia, tetapi berkat pengawasan ketat dari Pol Air di Batam, upaya pengiriman CPMI Ilegal ini berhasil digagalkan.

Selama menjalani isolasi terpusat, tim Satgas COVID/SBD terus melakukan pemeriksaan dan pengawasan secara ketat, dengan terus melakukan pengambilan rapid antigen. Setelah hari ke-5 melakukan rapid tes dan apabila hasilnya negative, maka keempat CPMI ini akan dikembalikan ke keluarganya masing-masing.

Salah satu CPMI yang ditemui media, SK membenarkan mereka berangkat tanpa mengikuti prosedur yang benar sesuai dengan aturan. Oleh karena itu mereka dikembalikan lagi ke SBD.

Baca Juga :   Satgas Covid-19/SBD Lakukan Tracking dan Pengambilan Swab di Tambolaka

“Kami tidak tahu itu, yang urus semua ibu E di Weetabula, kami tinggal ikut saja karena ingin bekerja untuk membantu ekonomi keluarga. Paspor kami urusnya di Tanjung Perak  Surabaya” ungkap SK.

SK juga menambahkan selain mereka semua ada 10 orang yang gagal berangkat ke Malaysia, selain mereka berempat ada juga dari Bima, Semarang dan Jawa Barat. *** (Octa/002-21),-