Chris Taka Ingin Kembalikan Marwah Partai Gokar

Suarajarmas.com –  Dalam upaya memenangkan Pemilu tahun 2024, DPD Partai Golkar Provinsi NTT lakukan konsolidasi pemenangan Pemilu di Kabupaten-kabupaten di NTT. Pada hari Selasa (28/2/2023) Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena melakukan pertemuan konsolidasi dengan DPD II Partai Golkar SBD, Bacaleg, Bakada, Pimpinan Kecamatan, Desa/Kelurahan se-Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), di aula GSG, Tambolaka SBD Nusa Tenggara Timur.

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Marthen Christiann Taka, S.IP.

Turut mendampingi Ketua Partai Golkar NTT, Bapilu Partai Golkar NTT, Frans Sorong,  Kepala Badan Saksi Partai Golkar,Nita Blegur, Ketua Korwil Sumba, Hugo R. Kalembu, PIC Dapil 3 Sumba, Lukas Laiju Malana, Bakal Caleg DPR RI, Rudi Kabunang dan Soleman Tarandima.

Dalam arahannya Melki Laka Lena dihadapan pengurus,  kader dan bacaleg para Partai Golkar, potensi kader partai di SBD saat ini sangat luar biasa, pengurus dan caleg yang maju adalah kader-kader terbaik dan mempunyai  kekuatan  untuk menghadapi Pemilu 2024.

“Caleg kuat itu adalah bahwa para incumbent (anggota DPRD sekarang) menjadi terancam, berarti caleg yang ada di dapil itu kuat-kuat. Demikian juga dengan Dapil II yang tidak mempunyai kursi ada Wakil Bupati SBD, berarti caleg kita juga akan kuat di sana” ungkap Laka Lena.

Ketua DPD Partai Golkar NTT, Melki Laka Lena (tengah) saat memberikan arahan dalam rapat konsolidasi pemenangan pemilu di Tambolaka

Laka Lena menjelaskan target 8 kursi yang ditargetkan oleh DPD Partai Golkar SBD tidaklah sulit untuk diperoleh, 4 kursi yang ada saat ini tidak boleh hilang lagi. Untuk wilayah Kodi (Dapil IV dan V) target memperoleh masing–masing 2 kursi, sehingga menjadi 4 kursi asal Kodi.  Sedangkan untuk Wewewa (dapil II dan III) target memperoleh 3 krusi, untuk dapail III dengan target 2 kursi.

Baca Juga :   Kendarai Motor Trail, Dandim 1629/SBD Tinjau Lokasi TMMD Ke-118

“Untuk wilayah Kodi adalah tanggung jawab anggota DPRD NTT Hugo R Kalembu dan 2 orang anggota DPRD Kabupaten. Sedangkan wilayah Wewewa tanggung jawab Wakil Bupati Chris Taka untuk memperoleh 1 kursi di dapil II dan Ketua Partai Golkar SBD Tony U Zaza  memperoleh 2 kursi untuk dapil 3. Sedangkan dapil I Loura Kota karena sullit kita targetkan 1 kursi saja. Jadi totalnya ada 8 kursi Kabupaten” kata Laka Lena menjelaskan.

Melki Laka Lena menegaskan tugas pertama yang harus di hadapi pada Pemilu Februari 2024, Golkar harus memenangkan capres dan legislatifnya. Jika kader partai sudah bisa unggul di Pilpres dan Pileg, maka memudahkan Golkar untuk mengusung kadernya pada Pilkada Gubernur maupun Bupati. Survei merupakan salah satu alat untuk mengukur kekuatan para bakal calon Pilkada serentak. Partai Golkar tetap akan berupaya untuk memajukan kadernya sendiri jika Pilpres atau Pileg Golkar bisa menghasilkan yang terbaik.

Menanggapi target yang disampaikan oleh Ketua DPD Partai Golkar NTT, Ketua Dewan Pembina Partai Golkar sekaligus Wakil Bupati SBD, Marthen Christian Taka yang ditemui media ini usai rapat konsolidasi partai mengatakan keputusan yang ditentukan oleh Ketua DPD Partai Golkar NTT merupakan hal yang positif demi mengangkat kembali marwah Partai Golkar seperti pada waktu-wkayu lalu di Sumba.

Partai Golkar dari Kabupaten Sumba Barat sebelum SBD mekar adalah partai yang eksis dan selalu mendapat posisi pimpinan di lembaga DPRD. Partai Golkar sudah mengakar dan mendaat kepercayaan masyarakat di Sumba secara umum SBD khususnya.

“Dari agenda kerapatan tadi, Partai Golkar menggerakan sejumlah kader partai dalam pelaksanaan tugasnya untuk memenangkan pemilihan legislatif dan pilpres, baru beranjak  Pilkada serentak yaitu bulan November 2024 mendatang” tutur Chris Taka.

Baca Juga :   PBB Nyatakan Sikap Dukung Jokowi

Chris Taka menjelaskan,  dari hasil kerapatan menghasilkan sejumlah agenda,  agenda tersebut tetap bermuara pada strategi partai.  Strategi  partai memberi kemudahan kepada kadernya untuk melakukan tugas-tugas partai,   menurut saya tidak memberatkan  di kala sejumlah strategi ini diatur sedapat mungkin dan membagi habis kekuatan yang ada untuk memudahkan kader dalam pelaksanaan tugas.  Contohnya membagi wilayah dilihat dari sisi dapil untuk sejumlah kader di daerah maupun tingkat pusat,  sehingga pekerjaan ini tidak memberatkan pada suatu pihak.  

“Saya yakin bahwa apa yang menjadi harapan atau target partai,  bukan hal yang sulit untuk  dilakukan sepanjang kita melakukannya secara bersama-sama pembagian tugas dapil yang sudah diarahkan oleh pak Melki Laka Lena tadi” jelasnya.

Ketika ditanyakan kesiapan Chris Taka sebagai bakal calon Bupati SBD, dirinya tidak menyangkal dan siap menjalankan amanah partai. Chris Taka menyadari bahwa untuk memastikan sebagai calon bupati dari Golkar harus melalui mekanisme survey. Akan ada banyak orang yang di survey baik dari kader partai maupun non kader partai. Kader partai secara teknis akan bekerja untuk memenangkan Pileg dan Pilpres,   serta merta akan ikut mempengaruhi elektabilitas,  popularitas dan lain sebagainya bagi Partai Golkar.

“Kalau begitu saya harus betul-betul memberikan sebuah kontribusi yang signifikan terhadap partai sehingga kedua-duanya sama-sama menunjukkan hal yang positif,  kalau tidak akan menjadi sulit. Soal sikap partai itu tentunya kita harus menyikapinya secara penuh dan tanggung jawab karena partai memiliki sejumlah regulasi dan sejumlah kebijakan agar partai itu sendiri tetap solid untuk mengayomi kadernya. Sinergitas antara keberadaan kader dan ketentuan partai harus betul-betul menjadi perhatian yang utama” tutur Chris Taka.

Baca Juga :   HATI-HATILAH DENGAN HATI

Chris Taka  juga menyampaikan keinginannya untuk mengembalikan marwah Partai Golkar sebagai partai yang diperhitungkan.  Semangat partai yang ada terutama dilihat dari sisi tingkatan kepengurusan khusus untuk SBD di beberapa tahun terakhir mengalami degradasi yaitu dari sisi perolehan kursi terjadi degradasi.

Periode  yang lalu itu Partai Golkar berada pada posisi Wakil Ketua, periode saat ini menurun tidak dalam  pimpinan DPRD. Cermatan saya ini berada dalam keberadaan struktur yang tidak kompak apalagi solid, itu yang menyebabkan terjadi degradasi. Padahal kalau dilihat dari sejarah perkembangan Partai Gokar  di Sumba (Sumba Barat saat itu dan awal SBD mekar) Partai Golkar cukup eksis.

“Oleh karena itu harus menjadi catatan kaki buat saya sebagai kader Partai, dengan ikut berkonribusi mengembalikan marwah Partai Golkar yang eksis di SBD” tegasnya.

Chris Taka menyampaikan tekadnya, apabila menjadi calon bupati pada Pilkada 2024 mendatang, tidak ada kata lain kecuali berjuang mati-matian untuk mennag, kondiis dan situasi partai saat ini yang mulai bagus akan menjadi motivasi dan semnagat untuk mengembalikan marwah Partai Golkar.

“Jika dipercayakan sebagai calon bupati dalam Pilkada mendatang, saya akan bekerja keras dan berjuang mati-matian untuk memenangkan pertarungan tersebut. Yang pastinya  akan mengambalikan marwah Partai Golkar sebagai Partai besar yang mendapat kepercayaan masyarakat di SBD” pungkasnya. *** (Octa/002-23).-