Camat Wulla Waijilu Tolak Penerbitan Sertifikat Tanah Hairuaka

Lumbu Manggit-SJ……. Menanggapi surat terbuka penolakan atas pengukuran 19 bidang tanah dipesisir pantai Hairuaka yang disampaikan masyarakat pada tanggal 05 Mei 2020  yang lalu,  Badan Musyawarah Desa (BPD) Lumbu Manggit Kecamatan Wulla Waijilu menyelenggarakan Musyawarah Insidental di Aula Kantor Desa Lumbu Manggit, Sabtu, (09/05/20). Yang dihadiri oleh Camat Wulla Waijilu, Kapolsek Wulla Wulla Waijilu, Danposramil, PJS. Lumbu Manggit, GMNI Cabang Waingapu, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda se-kecamatan Wulla Waijelu.

Ketua BPD Lumbu Manggit, Pdt. Marten Umbu Tehu dalam sambutanya mengatakan bahwa masalah tersebut adalah masalah serius sehingga BPD melaksanakan musyawarah untuk mencari jalan keluar yang terbaik agar tanah tersebut dibatalkan.

“Kami menerima surat penolakan pengukuran tanah dari masyarakat. Disitu kami baru tahu pantai Hairuaka sudah diukur oleh oknum tertentu, karena sesuai kesepakatan awal bahwa tanah tersebut tidak boleh diukur. Kami menganggap ini masalah serius sehingga kami menyelenggarakan musyawarah untuk mencari jalan keluar yang terbaik sehingga tanah tersebut dibatalkan” jelasnya.

Pjs. Eliezar Kahora Ndilu menjelaskan selama pengukuran Pemerintah Desa Lumbu Manggit tidak melakukan pengukuran di pantai Hairuaka dan tidak mengetahui siapa oknum yang melakukan pengukuran.

“Ketika desa Lumbu Manggit mendapat Prona ada 621 bidang tanah yang diukur. Tetapi selama pengukuran kami Pemerintah Desa Lumbu Manggit tidak pernah melakukan pengukuran di pantai Hairuaka. Kami baru tahu ketika ada surat penolakan yang masuk di Desa bahwa ada pengukuran secara sepihak di pantai tersebut sebanyak 19 petak dan kami tidak mengetahui siapa oknum yang melakukan pengukuran” jelas Eliazar.

Eliezar melanjutkan mungkin saya keliru. Ketika saya diberikan berkas yang begitu banyak dan mungkin berkas untuk 19 bidang tanah tersebut termasuk juga didalamnya untuk ditandatangani persetujuan penerbitan sertifikat.

Baca Juga :   GMKI Cabang Tambolaka Kutuk Kejadian Pantai Marosi

“Dan lewat kesempatan ini kita cari jalan keluar yang terbaik untuk dibatalkan” kata Pjs Eliezar Kahora Ndilu tersebut.

Camat Wulla Waijilu, Daniel Raja, SH dalam sambutannya menegaskan bahwa tanah di pesisir pantai Hairuaka yang telah diukur agar dibatalkan dalam penerbitan sertifikat 19 bidang tanah.

“Pantai Hairuaka tidak diperkenankan untuk diukur karena pantai tersebut tempat masyarakat mencari hidup. Jangan hanya mengejar uang banyak untuk sesaat tetapi kita tidak memikirkan masa depan anak cucu kita. Oleh karena itu, saya menegaskan tanah yang sudah diukur agar dibatalkan” tegasnya.

Setelah acara sambutan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara penolakan penerbitan sertifikan 19 bidang tanah dipesisir Pantai Hairuaka oleh camat Wulla Waijilu, Kapolsek Wulla Wulla Waijilu, Danposramil, BPD Lumbu Manggit, PJS. Lumbu Manggit,  tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda di Desa Lumba Manggit dan perwakilan dari tokoh masyarakat dari desa lain di Kecamatan Wulla Waijilu. **** (Lid),-