Bupati Kodi Mete: SBD Masih Negatif Covid 19

Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete (kedua dari kanan) bersama Wakil Bupati Marthen Christian Taka, S.IP, Kapolres SBD AKBP Yoseph F. Mandagi, Mantan Dandim SBD, Letkol Kav. Sigit Priyo Utomo

Tambolaka-SJ……. Bertempat dilapangan Galatama Senin (27/4/20)  pukul  08.15 Wita Kecamatan Kota tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD)  telah berlangsung apel gabungan gelar pasukan penanganan virus Covid-19 TNI/Polri, Pol PP dan Tim Satgas covid 19 SBD.

Apel gabungan ini dipimpin langsung oleh Bupati SBD dr. Kornelius Kodi Mete. Turut hadir dalam apel bersama ini Wakil Bupati Marthen Christian Taka, S.IP, Kapolres SBD, AKBP  Yoseph F Mandagi, S.IK, Kalak BPBD SBD Yohanes Tende, Danki Brimob Yon A SBD,  Iptu Jhony Marthin, Kapolsek Loura Kompol I Ketut Mastina, Asisiten I Setda  Fransiskus M Adi Lalo, Kasat Pol PP Drs. Daud L.Taka dan unsur OPD lainnya.

Adapun susunan pasukan yang mengikuti apel bersama ini yaitu Kodim 1629/SBD, Brimob Kompi 4 Batalyon A pelopor SBD, Polres SBD, Dinkes SBD, BPBD SBD dan Pol PP SBD.

Dalam arahannya Bupati SBD dr. Kornelius Kodi Mete menyampaikan agar penggunaan alat pelindung diri (APD)  tepat sasaran khusus untuk petugas kesehatan di posko Covid-19 karena stock masih terbatas.

Bupati Kodi Mete juga berterima kasih kepada petugas  Covid-19 SBD yang telah bekerja keras menangani Covid-19 sehingga sampai saat ini di SBD belum ada yang positif virus Covid-19.

Bupati Kornelius tegaskan dirinya sudah mengeluarkan surat himbauan untuk masyarakat yang kedukaan, agar cukup 2 hari sudah dikuburkan tanpa alasan apapun.

“Mari kita tekan penularan Covid-19 di SBD ini dengan mematuhi protokol kesehatan, dan anjuran Pemerintah untuk social distancing dan physical distancing” katanya.  

Baca Juga :   KESADARAN MASYARAKAT SBD MENGGUNAKAN MASKER MASIH SANGAT RENDAH

Guna meluruskan informasi yang beredar di masyarakat bahwa sudah ada 2 orang yang positif corona,   kepada awak media Bupati Kodi Mete menjelaskan berdasarkan hasil rapid test tim kesehatan penanganan penularan virus corona,  menemukan reaktif dari dua tubuh warga SBD pelaku perjalanan positif  rapid test.

Hanya saja belum bisa dipastikan apakah reaktif tubuh kedua warga itu karena tertular virus corona atau virus lainnya. Karena harus menunggu uji laboratirum lebih lanjut.

Selanjutnya, tim gugus tugas penanganan virus corona SBD akan mengambil swab terhadap kedua warga itu untuk selanjutnya dikirim ke laboratorium Surabaya, Jawa Timur untuk diuji lebih lanjut, apakah kedua warga itu benar-benar positip terinfeksi virus corona atau terinfeksi virus lainnya.

Harus dipahami rapid test itu tidak secara otomatis memastikan sesorang positip terinfeksi virus corona atau tidak terinfeksi virus corona, atau terinfeksi virus lainnya.

“Kepastian seorang terinfeksi virus corona harus melalui uji laboratorium di Surabaya, Jawa Timur terhadap swab yang dikirim tim gugus tugas penanganan virus corona SBD. Pengujian swab itu berlangsung selama dua kali.

Hanya saja saat ini sedikit terkendala pengiriman swab ke laboratrium pengujian di Surabaya, Jawa Timur karena tidak beroperasinya penerbangan. Meski demikian, ia berharap ada perkembangan satu dua hari ke depan, ada jalan keluar dan berharap dalam waktu dekat, pengujian swab dapat dilakukan di laboratorium di rumah sakit di Pulau Sumba.

Pantauan media apel gelar pasukan penanganan covid-19  yang dimulai pukul 08.00 selesai pukul 09.00 wita. Setelah apel gelar pasukan dilanjutkan dengan patroli mulai dari desa Wee Rena, simpang Karitas, simpang Cendana Wangi, Waikelo, Pasar lama, Pasar baru, Kataparoro dan Pertigaan Kantor Pos  & Giro. *****

Baca Juga :   KOMINFO AKAN DUKUNG PEWARTA SBD

Liputan: Octav Dapa Talu,-