BMKG Gelar Sekolah Lapang Gempa Bumi Tahun 2021

Tambolaka-SJ……… Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menggelar sekolah lapang gempa bumi tahun 2021 bagi masyarakat di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) selama dua hari dari tanggal 19- 20 Oktober 2021 di Aula Hotel Sinar Tambolaka.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Dr. Ir. Muhamad Sadly, M.Eng mengatakan bahwa gempa bumi belum dapat diprediksi kapan terjadinya. Kejadian Gempa bumi bisa terjadi kapan saja di saat daya dan segala upaya tercurah untuk dapat menanggulangi pandemi COVID-19 ini. Penanggulangan bencana alam yang terjadi pada situasi pandemi COVID-19 tentu saja membutuhkan upaya extra karena semakin kompleksnya permasalahan yang ada.

Kata M. Sadly, mengingat letak geografis Indonesia yang memiliki kerawanan terhadap gempa bumi dan tsunami serta bencana hidrometeorologis, kita semua tidak hanya masyarakat SBD, akan tetapi seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya, dituntut untuk selalu siap siaga menghadapi potensi kerawanan tersebut.

“Meskipun demikian, sesungguhnya risiko bencana tersebut dapat kita kurangi apabila kita secara terencana dan terukur melakukan upaya mitigasi yang melibatkan semua pihak termasuk masyarakat” ungkapnya.

Lanjut M. Sadly menjelaskan Sekolah Lapang Gempa Bumi ini merupakan salah satu ikhtiar kita untuk memperkuat dan meningkatkan kapasitas pemerintah daerah sekaligus   membangun sikap tanggap gempabumi dan tsunami bagi masyarakat untuk mewujudkan masyarakat siaga gempa dan tsunami di SBD.

Kami yakin seluruh potensi masyarakat dan Pemerintah Daerah di SBD, khususnya di Desa Radamata mampu bekerja sama melakukan upaya-upaya mitigasi untuk mewujudkan masyarakat siaga gempabumi dan tsunami” tambahnya.

 BMKG sebagai lembaga yang melakukan monitoring aktivitas kegempaan dan potensi tsunami di Indonesia, siap memberikan dampingan untuk Kabupaten SBD dalam mewujudkan mitigasi gempabumi dan tsunami. Salah satu kesungguhan BMKG untuk mewujudkan mitigasi gempa dan tsunami di wilayah Desa Radamata ini adalah telah dilakukan kajian potensi tsunami dengan menyusun Peta Bahaya Tsunami Desa Radamata yang telah terverifikasi lapangan. Peta ini akan menjadi dasar dalam penyusunan jalur dan rencana evakuasi di wilayah Desa Radamata, Kecamatan Kota Tambolaka, SBD.

Baca Juga :   DEBU BUKAN HALANGAN BAGI PASKIBRAKA SBD
Wakil Bupati SBD, Marthen Christian Taka, S.IP., saat memasang ID Card pada peserta sekolah lapang gempa bumi

“Selanjutnya melalui BMKG Stasiun Geofisika Sumba Timur, kami siap untuk melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Daerah SBD dan masyarakat untuk membangun kesiapsiagaan dengan mengimplementasikan hasil dari penyusunan Peta Bahaya Tsunami tersebut” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati SBD, Marthen Christian Taka, S.IP., mengatakan Pemerintah dan Masyarakat SBD sungguh beruntung mendapat perhatian da pemerintah pusat dalam hal ini Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofisika dengan diadakannya sekolah lapangan gempa bumi yang diselenggarakan di SBD.

Hal ini dilakukan untuk membentuk masyarakat siaga tsunami atau Tsunamy Ready Community yang nantinya dapat diakui secara Internasional.

“Saya harap dengan adanya kegiatan ini diharapkan seluruh komponen masyarakat paham dan mampu melakukan penyelamatan diri terhadap bencana gempabumi da tsunami, sehingga dapat meminimalisir risiko korban jiwa maupun barang” ungkap Wakil Bupati SBD.

Lebih lanjut Christian Taka menambahkan, kiranya apa yang telah diberikan oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini BMKG seharusnya mendapat respon positif dari kita semua. Sudah seharusnya kita menjaga seluruh peralatan yang telah dipasang oleh BMKG dan menggunakannya sebagaimana fungsinya.

“Bagi para peserta Sekolah Lapangan Gempabumi, saya berharap dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik demi tercapainya tujuan dari kegiatan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten SBD dalam membangun kesiapsiagaan terhadap bencana gempabumi dan tsunami” kata Chris Taka. *** (Yunia/004-21),-