BEM AKN Sumba Timur Gelar Diskusi Hari Kartini

Waingapu-SJ…. Dalam rangka memperingati Hari Kartini Badan Eksekutif Mahasiswa Politani Pertanian Negeri Kupang Pendidikan di Luar Domisili Akademi Komunitas Negeri (AKN) Sumba Timur meyelenggarakan Diskusi Publik di Aula Kampus AKN Sumba Timur, Sabtu, 21 April 2018 yang lalu.  Acara diskusi yang dimulai sejak pukul 16.00 WITA ini dihadiri oleh perwakilan berbagai organisasi mahasiswa, diantaranya yakni GMNI, PMKRI dan beberapa organisasi lokal di Sumba Timur seperti IKPML Waingapu, Himas, Hipmastim, Ana Humba Community dan Forum Pemuda Kota Waingapu dan Kambera.

Ketua panitia Daniel Ndamung Kilimandu mengatakan selain memperingati hari Kartini kegiatan ini juga untuk mereflreksi pemikiran-pemikiran positif dari Kartini.

“Latar belakang diadakannya diskusi ini untuk memperingati hari Kartini serta merefleksikan diri dengan pemikiran-pemikiran R.A. Kartini  mengenai problem yang dihadapi kaum perempuan saat ini dan juga membudayakan kebiasaan Diskusi Dikalangan Mahasiswa,” Kata Daniel Ndamung Kilimandu, Ketua Panitia diskusi hari Kartini.

Diskusi yang berthemakan “Relevansi Pemikiran R.A. Kartini dengan Perjuangan dan Tantangan Perempuan Masa kini” ini dihadiri oleh Pembicara: Delis H. Wali A.ma (Alumni AKN Sumba Timur dan Anggota Advokasi Wisata Indonesia) dan moderator Sepritus Tangaru Mahamu (Wartawan Suara Jarmas Regio Sumba Timur).

Dalam diskusi tersebut, Delis H. Wali mengatakan, R.A. Kartini adalah sosok pejuang perempuan yang memiliki visi jangka panjang dengan memprediksi unsur yang sangat urgen dalam kehidupan yakni pendidikan terhadap kaum perempuan sehingga sampai saat ini pemikiran-pemikiran Kartini masih sangat Relevan hingga saat ini.

Menurutnya, perayaan hari Kartini tidak boleh menjadi sebatas perayaan secara seremonial melainkan harus menjadi refleksi bagi semua pihak dan mengimlementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Diakhir diskusi, Selaku Ketua BEM AKN Sumba Timur Derias Umbu Pati mengajak seluruh kaum perempuan Indonesia untuk ikut berjuang dalam perjuangan untuk membebaskan dari belenggu penindasan dan salah satu wujudnya adalah perempuan harus berorganisasi karena melalui organisasi budaya diskusi dan beragam ilmu dapat diperoleh untuk peningkatan kapasitas dari perempuan itu sendiri serta turut mengambil bagian dari ranah publik yang ada.

Baca Juga :   Hasil Tes Urine Pejabat dan Anggota Polres SBD Negatif

Pantauan media pelaksanaan diskusi ini berjalan cukup menarik dan semua peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini, dan diharapkan kedepan akan muncul Kartini-Kartini baru sesuai dengan perkembangan jaman. (STM),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.