Bapelitbangda Gelar Diskusi Publik Kopi Robusta SBD

Tambolaka-SJ………….. Badan Perencanaan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) gelar Seminar Akhir Kajian Penguasaan Teknologi Pasca Panen di lopo rumah jabatan Bupati desa Radamata kecamatan Kota Tambolaka kabupaten SBD, Selasa (22/12/2020).

Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete (kanan) saat membuka kegiatan dialog didamping Ass II Drs. Daud Umbu Moto

Kegiatan yang dilakukan secara virtual ini  dibuka dengan resmi oleh Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete disaksikan ST, Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda SBD, Ny. Margaretha Tatik W. Mete,  Kepala Bapelitbangda Samuel Boro, ST, Assisten II Drs. Daud Umbu Moto, Plt. Kadis P3AP2KB, drh. Octavina T.S. Samani, Camat Wewewa Tengah, perwakilan dari LSM, Humanity Iclussion dan CIS Timor, perwakilan desa Laga Lete Wewewa Barat,  dan desa Kadi Roma Wewewa Tengah dan beberapa tamu undangan lainnya.

Kegiatan yang didukung oleh Lembaga Ilmu Pengatahuan Indonesia (LIPI) ini membahas masalah penerapan teknologi peremajaan kopi untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani SBD. Kegiatan ini sendiri bertujuan untuk meningkatkan kualitas kopi SBD melalui mendorong produk berbasis potensi lokal untuk dapat menuju kelas nasional maupun global; proses pasca panen primer maupun sekunder dengan pola GMP (Good Manufacturing Practices); dan melakukan ekstensifikasi dan intensifikasi kalio kopi serta budidaya kopi dengan pola GAP (Good Agriculture Practices).

Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete sebelum membuka dialog secara resmi mengucapakan terima kasih pada LIPI yang telah melakukan penelitian dan pendampingan bagi petani kopi robusta di SBD. Upaya baik LIPI bersama stakeholder dan masyarakat ini agar kopi menjadi jembatan emas di SBD untuk mensejahterahkan mayarakat Sumba maupun dunia.

Baca Juga :   Dongkrak Eksport UKM Dengan Penerapan Standrarisasi Produk

“Sumba kami ingin menjadi energy terbarukan, kami mohon dukungan  dari LIPI agar kita bisa  menjadi sejahtera dan kopi adalah salah satu jawabannya. Kami berkomitmen bersama LIPI, pelaku usaha  dan kita semua akan menjadi bagian yang tak terpisahkan untuk memastikan petani kopi sejahtera, penikmat kopi sejahtera dan tinggal berlama-lama di Sumba dan Sumba adalah rumah dunia” ungkap Bupati SBD.

Kegiatan ini sendiri dipandu oleh M.M Anggriana Lele Biri dari Bapelitgangda SBD dan moderator Anis Djoe dan Carolina LIPI Jakarta.

Dipantau oleh media ini diskusi publik ini mendapat apresiasi yang luar biasa dari semua peserta yang terlibat, serta kegiatan berjalan penuh keramah tamahan walaupun sinyal jaringan sempat menjadi kendala diskusi publik secara virtual ini tersendat-sendat. *** (002/SJ/20),-