BAHAYA..! TERNAK BESAR SBD “KRITIS” 80% ALBINO

Tambolaka-SJ………. Hasil lomba kontes ternak pada Kamis, 3 Mei 2018 yang lalu selesai kurang lebih pada pukul 17.00 Wita, dan dari hasil penilaian oleh para juri akan dianalisa sehari setelah kontes tersebut, namun ada catatan yang perlu mendapat perhatian serius terkait populasi pengembang biakan ternak khususnya di Kabupaten SBD.

Ternak sapi dan Kerbau yang ikut dalam lomba kontes ada 80% terkena kasus Albino, demikian diungkapkan Prof. Dr. Ir Sumadi, MS saat pertemuan bersama Kadis Peternakan dan staff di kantor Dinas Peternakan, Lede Giring Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Kamis,  03 Mei 2018 tersebut.

Kondisi ini bukan hal yang sederhana  untuk dibiarkan tanpa ada perhatian dan  penanganan serius oleh pemerintah. Kondisi ini  akan berdampak buruk pada ketersediaan jenis Ternak yang berkualitas di SBD.

Penyebab kasus albino pada ternak besar maupun sedang  tidak tersedianya ternak pejantan  yang kualitas sehingga pada kelompok ternak yang ada akan terjadi kawin diantara sodaranya sendiri atau kawin sedarah ini akan berdampak buruk pada turunan berikutnya bisa jadi anak yang dilahirkan cacat, kurus, kerdil dan kurang sehat. Sehingga berdampak pada perkembangan ternak besar tersebut di SBD.

Dalam perlombaan kontes tahunan yang dilakukan oleh Dinas Peternakan SBD  pada tahun 2018 adalah tahun ke tiga ajang lomba kontes ternak besar diantaranya ternak Sapi dan Kerbau. Dari hasil lomba kontes ternak yang dilaksanakan oleh Dinas Peternakan, berjalan relatif aman dan baik  namun masih banyak yang menjadi catatan.

“Kontes ternak sapi dan kerbau merupakan salah satu upaya dalam memberikan dorongan kepada petani peternak dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas mutu ternak,” ungkap Kadis Peternakan, Drh. Rihi Meha A. Praing.

Baca Juga :   PENUTUPAN PELATIHAN SISTEM IT BAGI KOPERASI DI SBD

Kategori yang dilombakan untuk sapi, yang pertama sapi Sumba  Unggol jenis jantan bibit  jantan 24 – 36 bulan, yang kedua sapi Sumba ongol jenis sapi betina bibit umur 18-24 bulan, yang ketiga sapi Sumba ongol betina induk unur 30-60 bulan, sapi sumba ongol jenis jantan penggemukan umur 30-60bulan, dan sapi Sumba ongol jantan kelas super umur 60 bulan.

Kontes 1 berat super berat 683 kg kontes kedua 616 kg dan harinini ada yang lebih berat 709 kg.Untuk kategori kerbau jantan bibit unur 30-40bln, kerbau betina bibit umur 18-24 bln, kerbau betina induk36- 60 bln dan kerbau penggemukan umur 36 – 60 bln dan kerbau jantan kelas super  diatas 60 bulan. Hadiah masing masing juara satu  piala, piagam penghargaan dan uang pembinaan 7,5 juta juara dua 6juta dan juara tiga 4,5  juta.

Jumlah peserta untuk kontes ternak sapi  sebanyak 38 ekor dan kerbau 50 ekor dan juri didatangkan dari juri nasional diantara Prof, Dr. Ir sumadi, MS,  Akhmad Fathoni, S.Pt, M.Sc dan drh. Oloan palindungan Lubis MPE, dari balai Imbrio ternak bogor, keputusan juri final dan mengikat.

Dari hasil lomba pada hari Rabu tanggal 2/05/2018, juara dibagi dalam 5 kelas  diantaranya adalah untuk 1. Kelas Pejantan: juara I Neka Tua asal desa Buru Kaghu kecamatan Wewewa Selatan, juara II Japa Rahi Nama desa Hamonggo Lele kec. Kodi dan juara III Putra Bukambero desa Bukambero kec. Kodi Utara. 2. Kelas Betina Induk juara I Bunda Weepangali, desa weepangali kec. Kota Tambolaka, juara II Kadi Wanno desa Kanelu kec. Weeewa Tengah dan Juara III Ndaha Rada desa Kenduwela kec. Kodi Utara.  3. Kelas Betina Bibit Juara I Paras Wajah desa Ramadana kec. Loura, Juara II Dengo Milla desa Lokokalada kec. Loura dan Juara III Rada Mada desa Kenduwella kec. Kodi Utara, 4. Kelas Penggemukan Juara I Putra Wewewa Timur desa Pada Eweta kec. Wewewa Timur, Juara II Rada Bano desa Kenduwella Kec. Kodi Utarabdan Juara III Sabar Kasihan desa Langgalero kec. Kota Tambolaka dan  5. Kelas Penggemukan Super Juara I Boy desa Radamata kec. Kota Tambolaka, Juara II Sama Saja Desa Tanamete Kec. Kodi Balaghar dan Juara III Putra Elo desa Pada Eweta kec. wewewa Timur. (AH),-