ATASI HAMA BELALANG, BUPATI SBD BERTERIMA KASIH PADA PEMERINTAH PUSAT DAN PROVINSI NTT

Kodi-SJ………. Hama belalang Kumbara terus menyerang kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), 35.000 hektar tanah pertanian terancam punah akibat serangan belalng tersebut. Pemerintah SBD terus melakukan berbagai upaya untuk membasmi hama belalang kumbara tersebut, bahkan pemerintah provinsi dan pusat tidak tinggal diam dan terus memberikan support untuk membasmi hama belalaang kumbara tersebut.

Kolaborasi antara pemerintah pusat, porvinsi dan kabupaten SBD mulai menunjukan hasil yang bagus. Pada Sabtu (28/5/2022) tampak Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete bersama jajarannya dan Gabriel Gara Beni, SP., Kepala UPT Proteksi Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi  NTT serta masyarakat terus melakukan upaya pembasmian hama belalang kumbara.

Kurang lebih 7 ton belalang kumbara berhasil di tangkap dan dimusnahkan di desa Mangganipi Kecamatan Kodi Utara Kabupaten SBD Nusa Tenggara Timur, Sabtu (28/5/2022). Bupati SBD memberi apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan propinsi serta semangat masyarakat untuk membasmi hama belalang tersebut.

“Hama belalang Kumbara ini hampir mematikan harapan petani di SBD. Kita harap nanti bisa ditangani dan dalam peristiwa ini kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Republik Indonesia, pemerintah Provinsi NTT dengan turunnya bantuan berupa obat insektisida sebanyak 1 ton” ungkap Bupati dalam jumpa pers.

Bupati Kodi Mete menjelaskan. Selain mendpat bantuan obat insektisida, pihaknya juga mendapat bantuan untuk penanganan mekanik. Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk menangkap belalang hidup-hidup, dan masyarakat berhasil menangkap kurang lebih 7 ton.

Dukungan pemerintah pusat dan provinsi NTT ini sudah sangat membantu bagi petani di SBD, sehingga ancaman bagi 35.000 ha lahan pertanian di SBD dapat diselamatkan.

“Sekali lagi kepada bapak Menteri Pertanian,  bapak Presiden Joko Widodo dan Gubernur NTT, kami ucapkan terima kasih supportnya dan mudah-mudahan belalangnya akan kita selesaikan dan juga meninggalkan hal-hal yang positif untuk kita kaji lebih jauh,  ilmu belalang,  ilmu antena dan inilah hidup kita bersama” pungkasnya. *** (Octa/002-22).-

Paling Dicari:

Baca Juga :   Pengolahan Kebun Masyarakat di Desa Wendewa Barat dan Susu Wendewa