ASOSIASI WELOKO DIKUKUHKAN BUPATI SBD

Gerson Taka, Ketua Asosiasi WELOKO Kabupaten SBD

Tambolaka-SJ………  Asosiasi WELOKO (Wewewa, Loura, Kodi) dikukuhkan oleh Bupati Sumba Barat Daya (SBD) dr. Kornelius Kodi Mete dengan  menandatangani SK Pengurus  No: 90/KEP/HK/2020 di Lopo Rujab 1, Kamis (14/5/2020).

Turut hadir dalam acara pengukuhan tersebut Asisten II, Hermanus Holo, Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Samuel Boro,ST, Plt Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya, Ir. Nyoman Agus S. MT, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya, Yuliana Margareta Dapawando.

Asosiasi WELOKO ini adalah  Asosiasi Pengelola Sistem Penyedia Air Minum dan Sanitasi (SPAMS) dengan susunan pengurusnya  Gerson Taka (Ketua), Hona Mete (Wakil Ketua), Yohanes Bora (Sekretaris), Fredi Umbu Kaleka (Bendahara), Dominggus Bali Ate (Seksi Teknis), Abner M. Malo (Seksi Sanitasi), Rafael Jamanuna (Koordinator Wilayah Custer Kodi), Darius Mahemba (Koordinator Wilayah Custer Kodi), Markus Ngongo Bili (Koordinator Wilayah Custer Wewewa), Stefanus Lende (Koordinator Wilayah Custer Wewewa), Frans Bulu Zaghu (Koordinator Wilayah Custer Loura).

Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete saat mengukuhkan Asosiasi WELOKO

Dalam arahannya usai melakukan pengukuhan Bupati SBD dr. Kornelius Kodi Mete mengajak masyarakat untuk mendukung pencapaian 100 persen air minum dan sanitasi yang layak di Pedesaan.

“Air adalah kunci kehidupan kita semua, oleh karena itu dimanfaatkan untuk kecerdasan,  jangan hanya digunakan untuk mandi saja tetapi digunakan juga untuk menyuburkan tanaman” ungkapnya.

Bupati juga minta agar sarana air bersih yang sudah ada dapat terjaga dan  terawat serta  dikelola dengan baik sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan selain itu juga untuk menunjang ekonomi masyarakat.

Ketua Asosiasi WELOKO Gerson Taka yang ditemui media usai pengukuhan mengatakan dirinya merasa bersyukur karena keabsahan asosiasi ini sudah jelas dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab di perdesaan untuk melayani masyarakat secara baik.

Baca Juga :   Manfaatkan Lahan Kosong, Lapas Terbuka Kelas IIB Waikabubak Tanam Sayur

Kata Gerson, paling tidak universal akses itu bisa tercapai, walaupun bukan tahun ini, bisa saja tahun depan,  karena universal akses tidak saja kita menyediakan air bersih, tetapi mendekatkan jarak yang tadinya 2 Km bisa menjadi 200 meter atau 100 meter sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Lanjutan daripada itu kita akan lakukan pendampingan pada desa untuk melakukan sambungan rumah “ tutur Gerson.

Lebih lanjut Gerson Taka juga menjelaskan dari 55 desa yang sudah didampingi saat ini, sebagian besar berfungsi sebagiannya lagi rusak. Hal inilah yang menjadi tanggung jawab WELOKO untuk mengidentifikasi kerusakannya lalu mengajukan penganggarannya bukan saja kepada Pemda tetapi kepada APBN (ada dana hibah) untuk memperbaiki dan memfungsikannya kembali.

“Inilah yang menjadi tanggung jawab kami setelah mengidentifikasi lalu mengajukan anggaran ke pusat  untuk perbaikan” ujarnya.

Gerson juga menjelaskan dana yang digunakan selama 2 tahun terakhir ini hanya sebesar Rp. 20 juta., sehingga pihaknya  mengharapkan dukungan pendanaan dari Pemda untuk operasionalnya. Walaupun anggaran selama ini kecil pihaknya  tetap berjalan, seperti yang disampaikan oleh Bupati tadi tidak ada yang mengundurkan diri,  karena kami memang adalah pelaku sarana air bersih di tingkat desa. Mayoritas yang berfungsi selama ini kami ada 11 orang yang berasal dari desa yang berbeda-beda.

“Bukan karena secara kebetulan KONTAK menang dan saya adalah adiknya Wakil Bupati, tetapi kami sudah bekerja sejak tahun 2018. Kami berharap agar masyarakat mendukung program ini dengan tidak merusak fasilitas-fasilitas yang ada, bahkan ada kaca sinar yang dicuri oleh masyarakat. Sarana ini adalah kepentingan bersama yang berkelanjutan mari kita jaga dan rawat bersama, mari kita pelihara itu untuk anak cucu kita kedepan” tutupnya. ***** (OC$),-