Angka Keramat 777 Dalam Musrenbang Kabupaten SBD

Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete saat memberikan arahannya didampingi Wakil Bupati Marthen Cristian Taka, S.IP, Ketua DPRD Rudolf Radu Holo dan Plt. Sekda Bernardus Bulu, SH

Tambolaka-SJ. ….. Bertempat di Lopo Rumah Jabatan Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Kamis (16/4/20) diselenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten SBD yang dihadiri oleh Bupati dr. Kornelius Kodi Mete, Wakil Bupati Marthen   Christian Taka, S.IP, Ketua DPRD Rudolf Radu Holo, Wakil Ketua I DPRD Syamsi P. Golo, ST, Plt. Sekda Bernardus Bulu, SH dan pimpinan SKPD-SKPD, Camat, dan Stake holder lainnya.

Pelaksanaan Musrenbangkab ini dibuka oleh Gubernur NTT yang diwakili oleh Bupati  SBD. Dalam sambutan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat yang dibacakan oleh Bupati Kornelius Kodi Mete mengatakan dalam rangka pemberian pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten melaksanakan pembangunan melalui pelaksanaan urusan pemerintahan yang telah diserahkan ke daerah.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pemerataan, kesempatan kerja, lapangan berusaha, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan publik serta daya saing daerah kedalam dokumen perencanaan baik jangka panjang, menengah maupun tahunan, yang merupakan satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional.  

“Karena itu, rumusan pembangunan Provinsi NTT dan seluruh Kabupaten/Kota tahun 2021 diselaraskan dengan 7 (tujuh) prioritas nasional sesuai rangcangan awal RKP 2021 dan 7 (tujuh) prioritas daerah Provinsi NTT tahun 2021” ujar Gubernur NTT.

Indikator pembangunan harus tercapai, pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat untuk NTT adalah sebesar 6,5% harus dicapai dan target tahun 2019 adalah 5,2%, begitu juga tingkat kemiskinan dengan target 17,35% harus dapat dicapai dari kondisi saat ini 20,62%. Kata Viktor semua itu dapat dicapai apabila seluruh kabupaten/kota bekerja sama untuk mencapai indikator dan target dimaksud, mengingat capaian provinsi merupakan komposit seluruh kabupaten/kota, begitu pula capaian nasional merupakan komposit seluruh provinsi.

Baca Juga :   Camat Wesel Gandeng TNI/Polri Sukseskan Program 7 Jembatan Emas

Gubernur NTT juga menghimbau agar memastkan pembangunan benar-benar berdampak besar bagi kesejahteraan masyarakat, melibatkan semua stakeholders, cegah dan eleminir berbagai bentuk pelanggaran, penyalahgunaan wewenang, korupsi dan kolusi dalam penyelenggaraan pemerintah, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan.  

Dalam sambutannya Ketua DPRD Rudolf Radu Holo mengingatkan walaupun kita sedang dilanda virus corona saat ini, tetapi roda pemerintahan tetap berjalan.  Dalam Musrenbang kabupaten ini ada banyak hal yang harus kita lakukan dan kita benahi.   Ditahun 2021 nanti ada banyak hal-hal penting yang harus kita lakukan dalam hal pembenahan.  

Dirinya berharap agar Pemerintah melalui Bapelitbang memperhatikan pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD yang sudah disampaikan secara lisan maupun tertulis yang merupakan hasil reses dan menjadi keinginan masyarakat.

Lanjut Rudolf masalah pembangunan, masalah pengganggaran mari kita bicarakan bersama-sama, lembaga DPRD akan selalu bekerja sama dengan pemerintah. Pokir berangkat dari penjaringan aspirasi, kita juga mengharapkan agar program-program yang dijalankan jangan keluar dari program 7 jembatan emas bupati dan wakil bupati.

“Kami hanya mengusulkan silahkan pemerintah melakukan itu,  tapi yang kami harapkan agar supaya ada karya yang nyata selama kami duduk sebagai DPRD” ungkapnya.

Bupati SBD dr. Kornelius Kodi Mete dalam arahannya usai membacakan sambutan Gubernur  mengingatkan agar pemerintah mengacu pada 7 Prioritas Nasional, 7 prioritas  Provinsi dan 7 program Jembatan Emas Kabupaten.

“7 program jembatan emas menjadi koridor kita, dan masukan dari ketua DPRD yang ada dalam Pokir.  Pembangunan yang kita lakukan ini bukan hasil pemerindah daerah tetapi hasil kita semua, DPRD dan seluruh komponen yang ada” tutupnya.*****

Liputan: Octa Dapa Talu,-

Leave a Reply

Your email address will not be published.