50 KASUS KEKERASAN TERHADAP ANAK DARI JANUARI SAMPAI MEI 2019

Waingapu-SJ……….. Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasiaonal (HAN), Selasa, 23 Juli 2019 Lembaga Perlindungan Anak dan Lembaga Pemerhati Perempuan dan Anak di Kabupaten Sumba Timur menyelenggarakan karnaval dengan rute gedung MPL menuju taman kota Sandlewood Waingapu. Dengan tema “Kekerasan Bukan Solusi, Lindungi Anak dengan Kasih Sayang”.

Sepanjang perjalanan peserta menyampaikan seruan stop kekerasan terhadap perempuan dan anak serta pentingnya melindungi anak-anak.

Anto Kila, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Sumba Timur ketika ditemui media menjelaskan maksud kegiatan tersebut ialah membangkitkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terkait dengan isu anak yang sangat tinggi. Selain karnaval diadakan lomba makan sayur kelor dan lomba Stand Up Comedy.

Ia melanjutkan, perlindungan anak itu harus dimulai dari keluarga. Karena tempat pertama dan utama dimulai dari keluarga. Karena dilihat tren kekerasan fisik dan kekerasan seksual cukup naik. Sesuai data Januari sampai Mei 2019 ada 50 kasus. Kalau tidak ada kesadaran masyarakat kita untuk melindungi anak-anak akan naik kedepan.

Masih menurut Anto, kita masih kekurangan layanan pemulihan kepada anak yang memadai. Kebanyakan kekerasan kepada anak ketika melapor hanya sebatas proses hukum. Tetapi Anto berharap agar pemerintah bisa memperhatikan anak-anak yang terkena kasus mereka tidak mendapatkan layanan pemulihan. Seharus mereka yang terkena kasus kekerasan mendapatkan layanan pemulihan.

“Dengan adanya perda nomor 4 tahun 2014 tentang perlindungan anak yang didalam berbicara tentang pengembangan kabupaten layak anak bisa terealisasi, karena sampai saat ini belum terealisasi. Dan kami dorong bukan hanya kabupaten layak anak saja tetapi sampai tingkat kecamatan serta keluharan dan desa juga bergerak. Sehingga tindakan pencegahan kekerasan terhadap anak dapat ditekan” harapnya.

Baca Juga :   Peduli Korban Kebakaran Ketua PKK SBD Berikan Bantuan Kemanusiaan

Salah satu peserta yang tergabung Forum Anak Sumba Timur, Nofriana Kristina Talapesi mengatakan kegiatan ini sangat bagus karena banyak yang berpatisipasi. Lewat kegiatan ini kami dapat menyampaikan himbauan kepada masyarakat.

“Kegiatan ini sangat bagus karena banyak yang berpatisipasi. Lewat kegiatan ini kami dapat bersuara lewat tulisan-tulisan diposter, memberikan himbauan kepada orang tua dan masyarakat umum bahwa pentingnya menjaga anak” ungkap Nofriani.

Nofri berharap agar kedepan tidak terjadi lagi kekerasan terhadap anak. Menjaga anak harus dimulai dari diri sendiri. Harus punya kesadaran bagaimana pentingnya menjaga anak.

“Hanya orang tua yang pernah di sakiti yang mampu menghancurkan anak sendiri” tutupnya. (JSW),-