​KORBAN KEBAKARAN MASIH TRAUMA DAN MEMBUTUHKAN BANTUAN

 Tambolaka – SJ., Korban kebakaran  pada Senin 4 September 2017 siang hari,  di kampung besar Puu Komi, Bukambero desa Bila Cenge Kecamatan Kodi Utara Sumba Barat Daya (SBD), masih trauma dan masih membutuhkan bantuan kemanusiaan khususnya untuk makan, minum, sabun, air bersih tenda dan selimut. 

Peristiwa kebakaran di Kodi Utara
Peristiwa kebakaran di Kodi Utara

Walaupun bantuan  kemanusiaan mulai berdatangan baik  oleh  Dinas Sosial SBD maupun warga masyarakat yang peduli kemanusiaan tetapi sifatnya mengalir tanpa serentak bantuan-bantuan non pemerintah tersebut sehingga belum bisa diatur secara rapi untuk pembagian pada keluarga korban secara merata. 
Camat Kodi Utara, Yeremia Tanggu, S.Sos pada awak media mengatakan korban masih dalam keadaan trauma. 

“korban masih trauma dan kami fokus pada pemulihan, kedepannya, kami akan berkoordinasi lebih baik tentang relokasi, tentunya peran pemerintah 50%, swadaya 50%” ungkapnya. 

Lebih lanjut Yerre mengatakan hingga Selasa, 5 September 2017 Dinas Sosial SBD sudah memberikan bantuan 1 ton beras dan peralatan mandi, sedangkan bantuan swadaya masyarakat juga sudah mulai berdatangan, sehingga direncanakan akan dibuatkan Posko di rumah kepala desa Bila Cenge yang akan terus dipantau oleh pemerintah kecamatan. 

Camat Kodi Utara, Yemeria Tanggu, S.Sos
Camat Kodi Utara, Yeremia Tanggu, S.Sos

Camat Kodi Utara juga mengatakan kebakaran yang menghabiskan 20 rumah ini  murni bencana/musibah. Walaupun demikian pihaknya bersama Polsek, Babinsa dan unsur terkait termasuk Satpol PP akan terus melakukan penyelidikan untuk memastikannya.

“Walau tidak ada nuansa tuntut menuntut, kita juga harus berpikir  tentang pencegahannya.  Ketika rakyat mengalami bencana seperti itu memang peran Pemda harus berada didepan. Pemerintah mulai dari desa, kecamatan maupun kabubaten melalui lini atau sektor tentu harus bekerja sama dalam kondisi  tanggap darurat” tuturnya lebih jauh. 

Yerre menegaskan lebih lanjut tanggap daruratnya disini yang jelas sembakonya terganggu, pakaiannya terganggu, hal-hal yang sifatnya primer sudah pasti terganggu. Kami berkoordinasi dengan Bupati, Wakil Bupati dan Sekda dan semua lini termasuk DPRD,  dan semua mempunyai visi yang sama yaitu menolong, mencari kesalahan nanti pada akhirnya kita akan lakukan tetapi yang paling utama adalah menolong.  

Baca Juga :   Bupati Kornelius Minta Pers Edukasi Masyarakat Tentang PROTKES

Total keseluruhan korban yang tertimpa musibah atau bencana ini berjumlah 25 KK dari jumlah 20 rumah yang hangus terbakar berdasarkan data sementara, sedangkan riilnya kepala desa Bila Cenge masih terus mendatanya. 

“kalau mau dihitung  dengan yang nebeng anak-anaknya ya kurang lebih 30 KK. Untuk total kerugian sementara ini kita prediksi  kurang lebih 500 juta, karena ada rumah yang sudah permanen, semi permanen dan lagi membangun” ungkapnya. 

Pihak Polsek Kodi Utara yang dihubungi media, Bripka Ebed de Fretes Kanit Provost mewakili Kapolsek Kodi Utara menjelaskan kronologis terjadi musibah kebakaran tersebut. Diakui pihak polsek duluan mengetahuinya karena bertepatan dengan menyalanya api dari salah satu yang terbakar, salah satu anggota Polsek Kodi Utara sedang melintas dan langsung memberikan pertolongan serta menghubungi Polsek Kodi Utara untuk mendapatkan bantuan.

Bripka Ebed de Fretes Kanit Provost Polsek Kodi Utara
Bripka Ebed de Fretes Kanit Provost Polsek Kodi Utara

“kejadian kebakaran diperkirakan terjadi  antara 11.30 – 12.00 Wita. Karena lihat posisi sudah terbakar,  kami fokuskan pada penyelematan jiwa warga masyarakat, sampai orang tua dan anak-anak kami angkat koko sudah untuk segera menjauh dari lokasi kejadian, beberapa barang yang bisa diselamatkan kami selamatkan, tetapi karena kencangnya angina pada saat itu bersama masyarakat tetangga kami tidak bisa berbuat banyak lagi” katanya. 

Lebih lanjut Ebed mengatakan Puji Tuhan tidak ada korban jiwa, dan itu yang terpenting dan utama yang bisa kita upayakan. Terkait penyebab musibah  masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut. 

“hal yang cukup mendesak sekarang mungkin bahan makanan, minuman, tenda dan selimut yang dibutuhkan oleh korban. Kami lebih focus untuk memberi himbauan di masyarakat, untuk saling menjaga keamanan saudara-saudara kita yang jadi korban, yang kami lihat yang jelasnya kebaran ini tidak ada unsur kriminalnya, tapi nanti jelasnya biar dengan bapak Kapolsek saja” tuturnya lebih jauh. (OC$),- 

Baca Juga :   KEPEDULIAN BUPATI KRIS PADA MARAPU