​DESA WALANDIMU DAN LETEKONDA, DESA MIGRAN PRODUKTIF DI NTT

Jakarta – SJ.,  Desa Walandimu dan Letekonda Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) ditetapkan sebagai desa migran produktif di NTT oleh Kementrian Tenaga Kerja RI di Jakarta, demikina dikatakan Gabriel Goa Direktur PADMA Indonesia pada media setelah jangkaindonesia.com menerima lampiran surat keputusan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja di Jakata pada Rabu 6 September 2017.

Dalam menyikapi penetapan Desa Migran Produktif tahun 2017 khususnya di NTT, Gabriel Goa mengatakan, dirinya sangat mendukung sekaligus mengawal terealisasinya program tersebut agar dapat menekan dan mencegah adanya human trafficking. Selain itu juga, menurutnya ada partisipasi langsung di desa dalam realisasi program prioritas pembangunan nasional yang merupakan bagian dari Nawacita Presiden Joko Widodo yaitu membangun dari pinggiran.

“Kita harapkan kedepan agar desa-desa yang sudah ditetapkan ini menjadi contoh untuk desa lain dan harus lebih maju” ungkapnya. 

Selain desa Walandimu dan Letekonda Kemenaker  telah menetapkan 20 desa di Provinsi Nusa Tenggara Timur dari 120 desa di seluruh Indonesia sebagai desa migran produktif pada tahun anggaran 2017 ini. 

Adapun 20 desa sebagaimana lampiran surat Keputusan yang diterima jangkaindonesia.com di Jakata antara lain, Buraen dan Camplong II di Kabupaten Kupang, Bokong dan Tubuhue di Kab. TTS, Riang Kemie, Helanianguwuyo di Flotim, Letekonda dan Walandimu di SBD, Rangga Talo dan Azuramba Barat di Ende, Lefo Kisu dan Mawar di Alor, Namosain dan Naimata di Kota Kupang, Desa Done dan Bobo di Sika, Asomanu dan Kabuna di Belu, desa Akmen dan Usapinonos di Kabupaten Timor Tengah Utara. 

Dalam lampiran Surat Keputusan dari Dirjen Binapenta nomor 686/PPTKK/IV/2017 itu sekaligus melaksanakan ketentuan Keputusan Menaker nomor 59 tahun 2017 tentang menetapkan desa migrant produktif tahun anggaran 2018 mendatang. 

Baca Juga :   Kantor ATR/BPN Sumba Barat Komitmen Berikan Pelayanan Terbaik

Dengan ditetapkannya desa-desa tersebut, pembinaan, monitoring dan evaluasi penyelenggaraan program desa migran produktif dilakukan oleh dinas di setiap Kabupaten/Kota dan dilaporkan kepada Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja. Selain itu, biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya Keputusan tersebut ini akan dibebankan pada daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) Dirjen Binapenta tahun anggaran 2017.

Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD) yang dihubungi SJ di Tosi Kecamatan Kodi mengatakan sangat senang dengan ditetapkannya desa Walandimu dan Letekonda sebagai desa Migran Produktif, kedua desa ini dipilih oleh Pemerintah Pusat untuk bekerja sama dengan kabupaten. Kedua desa ini akan diberi perhatian khusus dari semua kementrian dan lembaga. 

Drs. Ndara Tanggu, Wakil Bupati Kab. SBD
Drs. Ndara Tanggu, Wakil Bupati Kab. SBD
“Jadi kalau menyangkut PU, ya berhubungan langsung dengan Kementrian PU, kalau pertanian berhubungan langsung dengan Kementrian Pertanian, dan seterusnya sesuai dengan tupoksi masing-masing” katanya.
Lebih lanjut Ndara Tanggu menjelaskan desa migran produktif ini dalam waktu satu tahun akan bisa mempercepat berbagai masalah itu selesai, misalnya jalan bisa langsung dikerjakan setelah dibicarakan dengan PU. 

“Desa migran produktif ini bekerja sama dengan kementrian tenaga kerja bersama dengan semua kementrian dan lembaga, sehingga bayangan saya dengan 2 desa ini akan meluncur dengan sangat bagus sekali” tuturnya lebih lanjut.

Ndara Tanggu Kaha mengatakan ini masih merupakan pilot project, kalau sistem atau metode ini berhasil akan dipakai untuk pengembangan desa kedepan. 

Wakil Bupati SBD ini menghimbau agar aparat pemdes Walandimu dan Letekonda, jangan menyia-nyiakan kesempatan ini. Kecamatan dan Kabupaten juga harus bekerja sama dengab baik untuk melakukan pengawasan  dan bimbingan agar program ini berhasil. 

Sekretaris Dinas BPMD, Lodowaik L. Raya, S.IP 
Sekretaris Dinas BPMD, Lodowaik L. Raya, S.IP 

Hal senada juga diungkapkan oleh Sekretaris Dinas BPMD, Lodowaik L. Raya, S.IP agar aparat pemdes Walandimu dan Letekonda agar mereka jangan menyiakan kesempatan ini dengan mensuport semua kegiatan untuk lebih berpacu lagi untuk lebih mempercepat proses pembangunannya.

Baca Juga :   ​PAKET HATI IKUTI FIT AND PROPER TEST PARTAI DEMOKRAT

BPMD juga merasa gembira dengan masuknya 2 desa ini sebagai desa migran dari 20 desa di NTT.

“Kita berterima kasih pada pemerintah pusat dan propinsi yang menetapkan dua desa dari SBD menjadi desa migran produktif, semoga 2 desa ini bisa menjadi desa model di SBD” ungkapnya. 

Lebih lanjut Lodo mengatakan kedepan akan lebih fokus dalam mendampingi dan mengawasi 2 desa ini, selain 171 desa lainnya yang ada di SBD khususnya pembinaan kualitas SDMnya.  [OC$] .

Leave a Reply

Your email address will not be published.