Wakil Ketua I DPRD Minta Polres SBD Tangkap Penyebar Berita Hoax

by -560 views
(ki ke ka) Danki Bimob SBD, Iptu Jhoni Martin, Kadis Kesehatan SBD, drg. Yulianus Kaleka dan Wakil Ketua I DPRD SBD, H. Syamsi P. Golo, ST

Tambolaka-SJ…… Masalah virus Corona (Covid 19) yang sedang melanda dunia saat ini menjadi perhatian kita semua baik tua-muda, laki-perempuan, anak-anak maupun dewasa. Pemerintah Pusat hingga Daerah tidak tinggal diam dengan segala cara dan upaya terus dilakukan untuk mencegah bahkan memutus mata rantai penyebarannya.

Demikian halnya dengan di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) yang hingga saat ini dikatakan sudah ada 13 orang dalam pemantauan (ODP). Berita-berita di media sosial tidak putus-putusnya menyampaikan informasi tentang situasi dan perkembangan virus corona tersebut.

Sudah banyak upaya-upaya tegas yang dilakukan oleh Pemda SBD untuk memutus mata rantai penyebaran corona, diantaranya meliburkan anak-anak sekolah, Pemda SBD mengeluarkan perintah untuk bekerja di rumah masing-masing bagi OPD-OPD, tidak berkumpul tidak umum yang banyak orangnya, selalu menggunakan masker, selalu cuci tangan apabila dari tempat-tenpat umum, tidak lagi bersalaman bahkan mencium gaya adat Sumba, menjaga kebersihan dan lain sebagainya.

Tetapi sayangnya masih saja ada tangan-tangan setan yang selalu menyebar informasi yang tidak benar melalui media sosial, bahwa di SBD sudah ada yang terjangkit virus corona tersebut. Seperti yang dialami beberapa waktu lalu adanya penumpang pesawat dari Kupang yang diduga sudah terkena virus Corona, sehingga harus dibantu dengan menggunakan kursi roda pada saat turun di Bandara Tambolaka.

Tim Satgas (pihak medis) saat itu langsung mengambil langkah tegas dengan membawa penumpang tersebut untuk diperiksa secara detail dan teliti di Rumah Sakit Karitas, hasilnya dipastikan bahwa penumpang tersebut hanya kecapaian dan kelelahan karena baru pulang dari Negara Malaysia. Melihat kondisi penumpang yang sudah membaik dan tidak teridentifikasi corona pihak Karitas memperbolehkannya langsung kembali ke daerahnya di Kodi.  

Jika kita mau berpikir positif, sudah barang tentu penumpang pesawat tersebut kecapaian karena beberapa kali harus mengganti pesawat hingga tiba di SBD. Jika benar penumpang tersebut terindikasi corona maka tidak mungkin ia dapat melewati beberapa bandara karena harus transit, padahal alat yang dimiliki oleh tenaga medis maupun bandara di Jakarta, Bali ataupun Kupang pasti lebih lengkap dan modern. Dalam sekejap saja berita yang menimpa penumpang tersebut beredar luas di media sosial yang akhirnya berdampak adanya ketakutan yang luar biasa bagi masyarakat SBD khususnya dan Sumba pada umumnya.

Danki Brimob SBD memimpin langsung penyemprotan rumah ibadah di Tambolaka

Wakil Ketua I DPRD SBD, H. Syamsi P. Golo, ST yang ditemui media saat penyemprotan disinfektan oleh Korps Brimob Kompi 4 Batalyon A Pelopor SBD Rabu, (25/3/20) menyesali adanya berita-berita hoax yang beredar bebas di media sosial, sehingga berdampak pada ketakutan dan kekuatiran yang berlebihan di masyarakat.

“Sudah berkali-kali Pemerintah maupun TNI/Polri menghimbau masyarakat untuk tidak panic, tetapi informasi di medsos tersebut malah beredar semakin luas tanpa memastikan kebenarannya. Saya minta masyarakat untuk tidak panik, tetap tenang tetapi perlu waspada dan patuhi apa yang diminta oleh Pemda sehingga mata rantai penyebaran corona ini bisa terputus” ungkapnya.

Lebih lanjut H. Syamsi meminta kerja sama dari pihak kepolisian untuk menindak tegas para penyebar berita bohong (hoax), sekalipun hanya meneruskan tetapi itu merupakan bagian dari upaya mencemaskan masyarakat.

“Kita harus ambil tindakan agar Kepolisian menindak tegas penyebar hoax tersebut, agar masyarakat tidak semakin takut. Seperti contoh kemarin berita TKW yang belum positif terkena corona, tetapi sudah tersebar bahwa dia positif corona” tuturnya.

Lebih lanjut H. Syamsi mengatakan pihaknya dari DPRD SBD sudah meminta pada satgas untuk ditentukan satu juru bicara, bahkan setiap hari ada press release ada pernyataan pers yang dikeluarkan juru bicara untuk menyampaikan pada masyarakat melalui media-media resmi.

“Kita punya beberapa media yang resmi di SBD sehingga bisa disampaikan informasi yang benar tentang corona buat masyarakat, sehingga masyarakat mendapat informasi yang akurat dan akuntabel. Jangan sampai masyarakat mendapatkan informasi sepotong lalu menyebar luasnya di umum” katanya lagi.

H. Syamsi juga meminta kesadaran masyarakat apabila ada kejadian di Bandar misalnya jangan semua masyarakat yang ada mengambil gambar lalu menyebarnya di facebook.

“Kasian khan orangnya mungkin baru ODP atau belum ODP sudah tersebar gambarnya di medsos. Kami juga ada minta agar adanya koordinasi antara pihak bandara maupun kepolisian, sehingga orang betul-betul di steril dan jangan ada yang mengambil gambar secara bebas” pungkasnya.

Ditempat terpisah Kadis Kesehatan SBD, drg. Yulianus Kaleka yang dihubungi media saat penyemprotan disinfektan oleh Korps Brimob Kompi 4 Batalyon A Pelopor SBD di GKS Mata Rabu, (25/3/20) mengatakan agar masyarakat tidak boleh terpancing dengan  informasi-informasi yang ada di medsos, jauh lebih bagus menghubungi langsung pos center Satgas yang ada di stadion Galatama untuk mendapatkan informasi yang resmi.

“Informasi-informasi di medsos ini sangat mempengaruhi suasana di masyarakat yang membuat panik, kita berharap jika tidak sempat datang di posko satgas agar lebih melihat informasi di media-media yang resmi” imbuhnya.

Lebih lanjut Kadis Kesehatan Yulianus Kaleka menjelaskan kondisi SBD hingga saat ini masih dinyatakan aman dari Corona, data yang ada ODP 13 orang, PDP nol dan yang positif corona tidak ada. Dirinya berpesan agar masyarakat tetap tenang, ikuti anjuran pemerintah dan jangan ada kontak dengan orang lain dulu, dan jangan keluar rumah jika tidak ada hal yang sangat penting dan mendesak. ******

Liputan: Octa Dapa Talu,-