TRIPIKA WEWEWA SELATAN TURUN KE KAMPUNG-KAMPUNG SOSIALISASI COVID 19

by -90 views
Kapolsek Tena Teke, Iptu I. Gede Uliana (tengah) saat sosialisasi di pemukiman penduduk

Manola-SJ…… Upaya pencegahan penularan Covid 19 dilakukan dimana-mana baik oleh Pemerintah melalui Dinas Kesahatan, Pemerintah Kecamatan maupun TNI/Polri yang selalu bergandengan tangan melakukan sosialisasi dan upaya-upaya preventif.

  Demikian halnya dengan Pemerintah Kecamatan Wewewa Selatan dan Polsek Tena Tena bersama Babinsa Kodim 1629-01/Laratama melakukan sosialisasi dan tindakan pencegahan Covid 19 ke rumah-rumah penduduk bahkan di tempat-tenpat umum seperti pasar tradisionil.

Camat Wewewa Selatan, Charles Ndapa Tondo, S.Kom (kanan) bersama tim melakukan sosialisasi di pasar

Kapolsek Tena Teke Iptu. I. Gede Uliana yang dihubungi media via Whats App Rabu (25/3/20)  membenarkan adanya upaya Pemerintah bersama TNI/Polri untuk turun langsung ke masyarakat melakukan sosialisasi dan uapay pencegahan penyebaran virus Corona yang sedang melanda dunia saat ini.

Dirinya mengatakan dalam rangka mencegah penyebaran covid-19 khususnya di wilayah kecamatan Wewewa selatan, Polri sektor Wewewa Selatan bekerjasama sama dengan Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, TNI melaksanakan tindakan-tindakan berupa himbauan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan (mencuci tangan dengan sabun).

“Kami juga menghimbau agar semaksimal mungkin untuk diam dirumah,  meniadakan kegiatan yang mengumpulkan masyarakat banyak, salah satunya untuk sementara waktu menghentikan giat peranggang (pasar tradisionil)  sejalan dengan maklumat Kapolri” ungkapnya.  

Hal senada juga disampaikan oleh Camat Wewewa Selatan, Charles Ndapa Tondo, S.Kom, pihaknya bersama unsur Tripika yang ada di Kecamatan Wewewa Selatan harus turun langsung ke lapangan karena masyarakat di kampung-kampung belum paham apa yang dinamakan virus Corona.

Babinsa Wewewa Selatan Sertu Marthen Umbu (tengah) saat sosialisasi di pemukiman penduduk di Wewewa Selatan

“Secara umum masyarakat di kampung-kampung sangat minim pengetahuannya tentang virus Corona, sehingga kami dari kecamatan merasa perlu terjun langsung ke lapangan dan masuk ke kampung-kampung untuk memberi pemahaman sehingga mereka bisa mengerti” tuturnya.

Lebih lanjut Charles menjelaskan pihaknya juga mengajak dari unsur Puskesmas, Polsek Tena Teke dan Babinsa yang ada di Wewewa Selatan untuk bersama-sama melakukan sosialisasi  ke pelosok-pelosok desa. Seperti yang dilakukan saat penutupan pasar Wee Wulla sementara waktu pada Rabu (25/3/20) siang tadi karena melihat adanya beberapa pendatang baru yang masuk pasar dan kurang taatnya masyarakat mengikuti arahan-arahan Pemerintah dalam mencegah penyebaran virus Corona.

“Untuk sementara kami meminta pasar di Wee Wulla ditutup sementara sambil menunggu petunjuk lebih lanjut dari Pemerintah Kabupaten, kesadaran masyarakat masih sangat rendah, bahkan berita virus Corona masih dijadikan bahan lelucon, sehingga kami berpikir menutup cepat siang tadi untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan” ujarnya.  

Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua I DPRD SBD , H. Syamsi P. Golo, ST yang ditemui media saat penyemprotan disinfektan oleh SATBRIMOB POLDA NTT KIE 4 YON A SBD di masjid Al Falah Weetebula mengatakan mendukung upaya Pemerintah dalam pembatasan gerakan masyarakat di tempat-tempat  umum perlu dibatasi.

Wakil Ketua I DPRD, H. Syamsi P. Golo (kanan) bersama Kadis Kesehatan drg. Yulianus Kaleka dan Danki Brimob SBD, Iptu Jhoni Martin

“Memang belum kebijakan nasional untuk melakukan lockdown, sehingga belum adanya penutupan bandara, pelabuhan dan lain-lain, tetapi gerakan-gerakan masyarakat yang berkumpul di tempat umum perlu kita batasi. Kita kerja sama dengan pihak kepolisian kalau ada orang yang kumpul-kumpul  seperti pesta,  kedukaaan, pasar dan lain-lainnya kita himbau untuk mereka tidak berkumpul lebih lama. Bahkan kalau ada kematian, himbauan pak Bupati tadi malam kita akan himbau hanya satu hari sudah harus dikubur” tutupnya. *****

Liputan: Octa Dapa Talu,-