PESONA DANAU WEEKURI SURGA SBD

by -13 views

Kodi-SJ………………………….. Pantai Weekuri Kodi Utara Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) kian mempesona dan semakin banyak pengunjung baik turis asing maupun lokal yang datang melihat langsung dan mandi bahkan belanja hasil tenun kain, sarung, selendang Sumba dan souvenir lainnya berupa gelang, cincin, kalung dan parang Sumba, saat ini danau Weekuri ibarat surganya SBD.

Dipantau oleh media ini setiap hari pengunjung mulai memadati Danau Weekuri dan sekitarnya khususnya dihari libur,  hari Sabtu dan Minggu. Pengunjung tidak lagi datang untuk mandi air laut yang jenih, tetapi ada juga datang hanya untuk menikmati keindahan alam Pantai Weekuri untuk berselfi ria. Selain itu bagi pengunjung yang ingin koleksi tenunan asli Sumba juga memilih datang untuk mencarinya di pantai Weekuri.

Penataan Danau Weekuri yang sudah difasilitasi oleh Pemda SBD mulai menunjukan hasilnya walaupun belum optiimal mengingat terbatasnya anggaran dana. Fasilitas tangga-tangga sudah dibuat rapi menuju batu karang pembatas danau Weekuri dengan laut lepas, sehingga pengunjung dengan bebasnya  mengelilingi danau Weekuri untuk berselfie ria.

Fasilitas kamar mandi dan parkiran sudah mulai ditata sehingga bagi pengunjung yang selesai mandi di danau Weekuri bisa langsung membersihkan dirinya dan berganti pakaian yang akan dilanjutkan dengan acara santai lainnya dan berbelanja hasil budaya asli Sumba.

Salah satu pengunjung yang ditemui media Evertz Malo Ndapatondo yang khusus datang ke SBD bersama keluarganya untuk melihat langsung danau Weekuri, Jumat (10/01/2020) mengatakan sangat puas dengan keindahan danau Weekuri yang masih sangat alami. Dirinya bersama keluarga sangat menikmati danau Weekuri yang masih sangat bersih dan berwarna biru sehingga membuat lupa untuk keluar dari danau saat mandi.

“Gile man, alami bangat, kita benar-benar puas setelah sampai disini, selama ini kita hanya lihat di youtube dan dengar cerita orang, sekarang kita benar-benar sudah membuktikannya” ungkap Evertz dari Jakarta ini.

Evertz  menjelaskan liburan kali ini sangat berkesan buat keluarganya, karena bisa mengunjungi tanah kelahirannya yang lagi trend saat ini untuk keindahan wisata lautnya sampai keseluruh dunia. Selain keindahan pantai dan danau Weekuri dirinya juga merasa puas karena bisa melihat dan memilih langsung tenunan asli Sumba yaitu kain, sarung dan selendang. Keluarganya sempat berbelanja banyak untuk dijadikan bahan pakaian dan juga sebagai souvenir bagi keluarga dan koleganya di Jakarta.

Terkait penataan dan pelayanan dari tempat wisata Weekuri ini sendiri, Evertz melihat tinggal merapikan  beberapa hal lagi khususnya sarana jalan menuju lokasi agar secepatnya diaspal, harus menambah kamar mandi, penataan tempat-tempat (lapak) penjual dan parkiran agar lebi rapi lagi serta adanya jaringan listrik dan jaringan telkomsel.

“Udah lumayan sih, ini khan sudah melewati masa liburan Natal dan Tahun Baru, sudah harus diperhitungkan jika pengunjungnya membludak pada hari-hari tertentu sehingga bisa menampungnya, listrik dan jaringan komunikasi sudah harus segera masuk sehingga memudahkan pengunjung untuk komunikasi ke luar” tuturnya lebih jauh.

Evertz membayangkan kedepan pantai atau danau Weekuri akan semakin banyak dikunjungi oleh para wisatawan, karena saat ini sudah menjadi bahan perbincangan para turis lokal maupun turis asing dengan keindahan alam wisata Sumba.

Hal senada juga diungkapkan oleh Shely Corputty yang menemani suaminya Evertz bersama anak-anak yang sibuk memilih tenunan Sumba yang dipajang oleh pedagang. Tenunan Sumba sangat menarik perhatiannya, sehingga dirinya cukup banyak membeli tenunan asli itu dijadikan pakaian dan juga hiasan di rumah.

“Tenunan SBD sama indahnya dengan tenunan Sumba Timur, sekarang lagi trend untuk membuat jas, kemeja dan rok dari bahan tenunan Sumba. Kemarin di Weetebula sudah beli beberapa sih, tapi sampai disini lihat yang dipajang oleh penjual jadi pengen lagi” tutur Shely bahagia.

Selain untuk dijadikan sebagai bahan pakaian, Shely juga berencana untuk menata ruang tamu rumahnya agar kelihatan ciri khas orang Sumba, selain itu juga untuk souvenir buat keluarga dan koleganya di Jakarta nanti.

Evertz dan Shely berencana akan kembali lagi dalam liburan mendatang dan akan ikut menyebarkan informasi indahnya alam wisata Sumba pada keluarga, teman dan relasi mereka sehingga Sumba pada umunya dan SBD khususnya makin banyak dikunjuni dan makin dikenal.

Dalam kesempatan itu juga Evertz merasa bersyukur dengan kekayaan alam yang indah yang diberikan oleh Tuhan untuk SBD khususnya sehingga diharapkan kedepan bisa mengangkat ekonomi masyarakat yang masih sangat tertinggal apalagi provinsi NTT masuk dalam zona provinsi termiskin di Indonesia.

“Rupanya ini yang dicita-citakan bapak dulu pemekaran Sumba Barat menjadi 3 kabupaten dengan bertambahnya kabupaten SBD dan Sumba Tengah, bisa lebih mendekatkan pelayanan pada masyarakat dan Pemerintah bisa mengolah asset potensi yang dimiliki dengan baik sehingga bisa membantu meningkatkan ekonomi masyarakat” tutur putra Prof. Dr. Manase Malo sang insiator mekarnya kabupaten Sumba Tengah dan SBD yang terkesan dilupakan orang.

Evertz menegaskan ayahnya Prof. Manase Malo bukan mencari nama baik atau apapun tetapi hanya niatan tulus untuk berbuat yang terbaik untuk SBD dengan mengupayakan terwujudnya pemekaran kabupaten saat itu.

Keluarga Evertz Malo langsung berdandan adat Sumba untuk diabadikan di SBD

“Mimpi bapak dulu mulai menjadi kenyataan, kita berharap SBD khususnya dan Sumba umumnya semakin baik kedepan sehingga kita tidak dianggap daerah miskin lagi pada hal kita mempunyai aset dan potensi yang sangat berharga dan kita tinggal mengelolanya dengan baik” tutupnya mengakhiri bincang-bicang dengan media karena harus mengunjungi beberapa lokasi wisata lainnya. *****

Liputan: Octav Dapa Talu,-